Cara Menggunakan Perintah rsync di Linux

Perintah rsync di linux memungkinkan User untuk menyinkronkan file dan direktori di dua lokasi pada perangkat yang sama ataupun berbeda. Hal ini memungkinkan User secara cepat dan efisien untuk mentransfer file dengan mengirimkan data tambahan di dua lokasi tersebut. Di artikel ini, kita akan sama-sama belajar cara menggunakan perintah rsync di linux. Rsync ini juga cocok sebagai alternatif backup tambahan, mirror data, penyalinan file, dan transfer file selain perintah cp, scp dan sftp yang umum digunakan oleh user linux.

Berikut adalah cara menggunakan perintah rsync di linux

Cara Menginstal rsync

Meskipun di sebagian besar sistem linux perintah rsync sudah terinstal, berikut adalah perintah untuk menginstal rsync di linux.

Instal rsync di Ubuntu/Debian

$ sudo apt install rsync

Instal rsync di CentOS/Fedora

# sudo yum install rsync

Sintaks Perintah Rsync

Berikut adalah sintaks perintah untuk rsync di berbagai path

Local to Local sync: rsync [OPTION]… [SRC]… DEST
  Local to Remote sync: rsync [OPTION]… [SRC]… [USER@]HOST:DEST
  Remote to Local sync: rsync [OPTION]… [USER@]HOST:SRC… [DEST]

Arti perintah di atas,

SRC - Direktori sumber
  DEST - Direktori tujuan
  USER - Nama pengguna jarak jauh
  HOST - Nama host jarak jauh atau Alamat IP

rsync menyediakan banyak opsi untuk melakukan berbagai jenis sinkronisasi file. Kita akan melihat beberapa contoh dasar bagaimana menggunakan rsync .

Cara Menggunakan rsync untuk Menyalin File

Penggunaan rsync yang paling umum adalah untuk menyinkronkan file dan direktori. -a adalah opsi yang paling umum digunakan untuk menyalin file. Hal akan memberitahu rsync untuk menyinkronkan direktori secara rekursif, mentransfer blok dan perangkat khusus, mempertahankan tautan simbolis, waktu modifikasi, grup pemilik, kepemilikan file, dan izin pengguna.

Berikut adalah contoh untuk menyalin file ke lokasi lain.

$ rsync -a /home/file.pdf /user/

Dalam kasus di atas, rsync akan membuat salinan file.pdf di tujuan /user/ .

Jika User ingin menentukan nama file baru di tujuan, rsync akan menyalin dan mengganti nama file

$ rsync -a /home/file.pdf /user/new_file.pdf

Berikut adalah contoh untuk mensinkronkan dua direktori.

$ rsync -a /home/test_folder/ /user/

Jika folder tujuan tidak ada, rsync akan membuatnya secara otomatis. Serta jika ingin menggunakan garis miring (/) di akhir folder sumber, maka rsync akan menyalin semua konten folder sumber ke folder tujuan. Jika user tidak menambahkan garis miring, maka rsync akan menyalin seluruh folder sumber di dalam folder tujuan.

baca juga Cara Ekstrak zip ke Direktori Khusus di Terminal Linux

Cara Menggunakan rsync Antara Dua Server

Jika Anda ingin menyinkronkan file direktori dengan mesin jarak jauh misal SSH, maka rsync harus diinstal pada mesin lokal dan jarak jauh. Harap digaris bawahi, rsync menggunakan SSH sebagai shell default sehingga terhubung melalui port 22.

mentransfer file direktori dari mesin lokal ke remote.

$ rsync -a /home/test/ remote_user@remote_host_or_ip:/user/

perlu menentukan direktori sumber pada mesin lokal, pengguna jarak jauh, host jarak jauh, dan direktori tujuan pada mesin jarak jauh.

User belum mengatur login SSH tanpa kata sandi, maka User akan diminta mengisi kata sandi. Penting juga bahwa User memiliki izin menulis (write) di folder tujuan agar perintah diatas berfungsi.

Berikut adalah perintah untuk mentransfer file direktori dari server jauh ke mesin lokal.

$ rsync -a remote_user@remote_host_or_ip:/user/ /home/test/

Secara default, SSH bekerja pada port 22. Jika User mengatur SSH pada port lain (misalnya 443), maka User dapat menentukannya di rsync menggunakan opsi -e seperti yang ditunjukkan di bawah ini.

$ rsync -a -e "ssh -p 44322" /home/test/ remote_user@remote_host_or_ip:/user/

Referensi : https://fedingo.com/how-to-use-rsync-command-in-linux/

Posting Komentar

0 Komentar