Membuat Server Mandiri dengan Ubuntu Server di Virtual Box

Sebagai junior devops, tentu saya banyak belajar dan mencoba tools-tools yang biasa digunakan dalam proses development, seperti docker container, gitlab CI/CD, ansible, nginx, kubernetes dan tools lainnya. Tentu semua tools yang saya sebut harus diinstall secara lokal di mesin, karena saya merasa kurang nyaman dengan tools yang terlalu banyak diinstall, maka saya harus memindahkan tools tersebut ke perangkat lain. Selain itu, banyak nya konfigurasi yang dilakukan, saya khawatir bisa mempengaruhi konfigurasi software lainnya jika diinstall di satu sistem operasi. Oleh karena itu virtualbox saya rasa bisa jadi solusi terhadap keluhan di atas.

Dalam artikel ini, saya tidak akan menjelaskan semua proses secara detail, karena akan sangat panjang sekali hehe, tetapi saya yakin, referensi yang saya berikan dapat membantu proses setup dari awal sampai selesai.

Oke, sudah cukup latar belakangnya, sekarang kita masuk ke TKP

Install virtualbox

Virtualbox menurut saya adalah aplikasi yang dapat menjalankan sistem operasi yang berbeda di atas sistem operasi kita. Jika anda sudah menginstall virtualbox, lanjut ke step berikutnya. Untuk link aplikasi dapat diunduh di https://www.virtualbox.org/wiki/Downloads dan pilih sesuai sistem operasi yang anda gunakan.

Unduh ubuntu server

Ubuntu server adalah sistem operasi berbasis Command Line Interface yang akan kita gunakan sebagai server virtual di virtualbox nantinya, unduh ubuntu server dengan format iso di https://ubuntu.com/download/server

Buat Virtual Mesin

Untuk proses ini bisa lihat tutorial nya di https://codebots.com/docs/ubuntu-18-04-virtual-machine-setup , sampai di step ini kita sudah bisa menggunakan virtual mesin.

Cek koneksi

cek koneksi yang dimaksud adalah memastikan virtual mesin terhubung dengan host, untuk melihat IP virtual mesin ketik command ip a, lihat alamat IP bagian enp0s8 atau device host adapter, setelah itu cek dengan ping IP tersebut di komputer utama atau host. Jika terhubung berarti konfigurasi anda sudah benar, jika gagal berarti masih ada yang perlu diperbaiki.

Note : saya sendiri sempat bermasalah di bagian ini, solusinya dengan melakukan konfigurasi subiquity

masuk ke direktori netplan

cd /etc/netplan

list file

ls

edit file tersebut dengan tools vim

sudo vim [nama file]

kalau di komputer saya seperti ini, barangkali di komputer kalian berbeda

sudo vim 00-installer-config.yaml

konfigurasi yang saya lakukan adalah sebagai berikut :

# This is the network config written by 'subiquity'

network:

  ethernets:

    enp0s3:

      dhcp4: true

    enp0s8:

      dhcp4: true    

  version: 2

enp0s3: adalah nama device ethernet 

dhcp4: true artinya setiap device mengambil alamat IP secara dynamic

Setting SSH

SSH atau secure shell biasanya digunakan untuk mengakses server dari komputer atau host yang berbeda, jadi setelah virtual mesin berhasil dibuat, vm dapat kita akses dari terminal host.

Untuk step ini, cukup masukkan command ssh-keygen lalu enter-enter saja

ssh-keygen

Menghubungkan host ke Virtual Mesin

Karena saya menggunakan linux, cukup masuk ke terminal dan ketikan

ssh [username_vm]@[ip_enp0s8]

jika di komputer saya maka seperti ini

ssh ratix@192.168.56.101

jika terhubung, maka tampilan terminal sama dengan terminal di virtual mesin

SSH passwordless

koneksi ssh biasanya menggunakan password, karena malas ngetik password, kita bisa akses ssh tanpa password dengan menyimpan key publik di komputer atau host kita.

Secara default bisa gunakan command berikut ini di terminal host sebelum melakukan koneksi ssh.

cat .ssh/id_rsa.pub | ssh [username_vm]@[ip_enp0s8] 'cat >> .ssh/authorized_keys'

jika di komputer saya maka seperti ini:

cat .ssh/id_rsa.pub | ssh ratix@192.168.33.170 'cat >> .ssh/authorized_keys'

Selesai

Oke teman-teman, sampai disini kita sudah membuat server sendiri dengan virtual box.

Posting Komentar

0 Komentar